PEMUJAAN SARASWATI DALAM TRADISI WEDA DAN SASTRA HINDU
Oleh i made wida. Selasa, 16 Februari 2010. Kategori renungan
Saraswati dalam bahasa sansekerta bermakna sesuatu yang mengalir, percakapan,katakata.
Di dalam kitab suci Weda Saraswati dipuja sebagai Dewi sungai.
Posisinya sebagai Dewi kata-kata baru ditemui dalam kitab-kitab
Brahmana.Ramayana,dan Mahabharata. Belakangan Saraswati dikenal seagai
Sakti Dewa Brahma. Nama lain dari Dewi Saraswati adalah
Bharati,Brahmi,Putkari,Sarada,Wagiswari (John Dowson,1979:285;
Davane,1968). Ragunath Airi menyatakan bahwa dipujanya Saraswati sebagai
Dewi Sungai tidak lepas dari keinginan untuk mendapatkan
kemakmuran,kesejahteraan hidup,oleh karena itu sungai Saraswati kemudian
sangat disucikan sebagaimana sungai gangga dan jamuna. Dengan demikian
Saraswati sejatinya telah muncul sejak jaman Weda, seiring
perkambangannya Saraswati memiliki banyak galar yang
merupakanpengejawantahan dari salah satu ayat dalam kitab suci yaitu
:Ekam satwiprah bahuda wadanti,yang artinya hanya satu Tuhan tetapi para
orangarif bijaksana menyebut-NYA dengan banyak nama.
Saraswati
dipuja sebagai dewi kata-kata dikaitkan dangan cerita kitab Itihasa
yaitu Ramayana yang menceritakan pada saat Rahwana bertapa bersama
Kumbhakarna para Dewa sangat khawatir terhadap permintaan Kumbhakarna
untuk mendapatkan tahta Indra, kemudia para Dewa meminta pertolongan
kepada Dewi Saraswati untuk tinggal di Bungkahing lidah Kumbhakarna agar
Kumbhakarna tidak meminta sesuatu yang bukan haknya. Akhirnya
kumbhakarna salah dalam pengucapan Tahta Indra menjadi Tatanindra yang
artinya tempat tidur sehingga Kumbhakarna dikenal sebagai penidur.
Saraswati
dikenal sebagai Dewi Ilmu pengetahuan karena sebuah kisah dalam purana
yang menyebutkan ketika Saraswati turun kedunia,beliau memiliki saudara
yang bernama Saraswata. Saraswata sangatlah bodoh banyak Guru yang tidak
mau mengajarinya. Saraswati merasa kasihan kepada saudaranya itu
kemudian Saraswati mengajarkan kepada saraswata intisari dari ke empat
Weda yang sangat luas kepada Saraswata hanya dalam waktu 4 hari. Bahkan
Narada pun dibuat bingung akan luasnya intisari Weda yang di ajarkan
oleh Saraswati oleh karena itulah Dewi Saraswati Disebut sebagai Dewi
Ilmu Pengetahuan.
Perwujudan Dewi Saraswati mengandug makna simbolik ,diantaranya dapat diuraikan sebagai berikut :
- Dewi
Saraswati yang sangat cantik adalah personifikasi dari aspek
feminim sang pencipta yang melambangkan bahwa ilmu pengetahuan itu
sangat menarik
- Wina adalah simbol Rta ( tertib alam ) dan Nada Brahman ( irama alam semesta )
- Genitri adalah simbol doa dan pemusatan pikiran,dan memiliki makna ilmu pengetanuan tiada awal dan akhir.
- Gulungan
daun palma ( lontar ) adalah simbol dari buku ( kitab ) merupakan
tempat tersimpannya ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan.
- Burung merak adalah simbol dari ego yang harus ditaklukkan.
- Burung swan ( angsa ) adalah simbol wiweka ( kemampuan menimbang-nimbang atau memilih yang lebih baik dan benar ).
- Teratai adalah simbol nilai ilmu pengetahuan itu suci,tidak ternodai oleh ketidakbenaran.
Di
Bali Dewi Saraswati disebut juga Wagiswari Dhatridewi, lambang-NYA yang
lebih dikenal berupa aksara ( dalam hal ini Aksara Bali ) Aksara Bali
disamping merupakan lambang bunyi, juga terdapat aksara suci yang
mengandung nilai magis,seperti aksara modre, loka natha,yang dipakai
dalam aji kadyatmikan dan sebagainya. Dalam lontar Siwagama ada
disebutkan bahwa sesungguhya carik dan bisah adalah asal dan kembalinya
semua aksara (“jatunya carik lawan
wisah,sangkan paraning sastra kabeh”). Carik dan bisah kalau
disandangkan pada aksara suara “A”, maka akan terbentuk aksara rwa
bhineda Ang dan Ah, yaitu lambang purusa dan pradana, pati urip. Carik
sama dengan cecek yang mempunyai makna konotatif aksara atau tulisan
(penyarikan=juru tulis, sing nawang cecek=tidak mengetahui tulisan atau
hurup). Rupanya cecek yang mempunyai makna tulisan ini kemudian
diasosiasikan ke dalam cecek binatang ( binatang cecak ) yang kebetulan
kepercayaan kepada cecak (totemisme) yang sudah ada sebelum agama Hindu
dating ke Bali. Dalam hubungan ini kita juga mengenal angsa ( Aksara )
dengan angsa binatang. Yang disebut aksara angsa adalah ulu candra yaitu
aksara yang tidak dibunyikan sebelum disandangkan pada aksara lain (I.B
Kade Sindu).yangjelas bahwa yang dianggap sebagai Lingga atau pralingga
dari Dewi Saraswati adalah lontar ,pustaka suci,kitab suci dan buku
keagamaan dan tuntunan hidup lainnya.
Memuja
Saraswati berarti memuja dan menjunjung tinggi nilai ilmu pengetahuan
dan kebijaksanaan. Ilmu pengetahuan adalah senjata yang paling ampuh
untuk mengusir ketidaktahuan(awidya). Awidya adalah sumber kesengsaraan.
Dalam kitab sarasamuccaya disebutkan sebagai berikut:
Sang
kinahaning kaprajnan ngaranya,tan alara yan panemu dukha,tan angirang
yang panemu sukha tatan kataman krodha,mwang takut,prihati,langgeng
mahening juga tutur nira,apan majnana,muniwi ngaraning majnana. (
sarasamuccaya.505 ).